Bagi seorang penjual kue di daerah wisata seperti Candi Borobudur, pulang dengan tangan hampa adalah terasa sangat menyakitkan. Hal ini disebabkan antara lain, para penjual kue merasa tidak pede saat berhadapan dengan turis asing. Mengatasi hal tersebut mau tak mau, penjual kue pun terpaksa putar otak dan menawarkan kue dalam bahasa seadanya.
Lambat laun, kendala ini dapat teratasi bahkan sekarang ini ada bocah yang lancar dalam berbahasa Inggris, seperti dikutip finance detik.com saat Menteri BUMN Dahlan Iskan terkesima dengan kemahiran berbahasa Inggris seorang bocah di "Desa Bahasa" di Desa Ngargogondo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kunjungan Dahlan ke kawasan ini bagian dari rangkaian kegiatan memberikan kuliah Umum di Universitas Tidar, Magelang.
Dalam demo berbahasa Inggris, ditampilkan anak kecil berusia 5 tahun yang sangat lancar alias cas cis cus berbahasa Inggris, hal ini membuat Mantan Dirut PLN ini terkesima. Bocah kecil itu padahal baru belajar selama 3 bulan.
Pada acara tersebut, Dirut PT Taman Wisata Candi (TWC), selaku pengelola Candi Borobudur turut hadir, menyatakan membantu fisik proses belajar di "Desa Bahasa" sehingga membantu pariwisata di Kawasan Candi Borobudur.
"Ini hebat sekali, karena belajar bahasa Inggris dengan cara gembira, bernyanyi dan tepuk tangan. Kalau saya dulu belajarnya dengan cara stress. Ini betul-betul hebat," kata Dahlan seperti disampaikan oleh Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi, Sabtu (11/5/2013)
Dahlan menuturkan alasannya mengunjungi "Desa Bahasa", padahal seharusnya ia harus berangkat menuju Semarang. Ia mendapat rekomendasi dari Pimpinan Pondok Pesantren Tegal Rejo Gus Yusuf Pimp Ponpes Tegal Rejo untuk datang ke desa tersebut karena tak akan ditemukan di wilayah lain.
"Yang paling menonjol disini (Desa Ngargogondo) adalah kemandiriannya. Inilah kunci keberhasilan di desa ini. Sehingga ini tanda-tanda kecerahan desa ini," tegas Dahlan.
Senin, 21 September 2015
Minggu, 20 September 2015
Perjuangan seorang kuli panggul yang berbuah manis
Mengenal Sosok Henry Jhie
Henry Jhie itu namanya di Facebook, nama beliau sebenarnya adalah Henry Jufri. Dikutip dari Tempo pria 32 tahun ini berhasil mendapat penghasilan dari Google Play sebanyak US$ 1.200 atau Rp 16 juta dari aplikasi game yang ia ciptakan. Namun begitu, Henry masih menekuni pekerjaannya sebagai kuli di Pelabuhan Makassar. Ia tetap memikul barang penumpang yang beratnya ratusan kilogram.
Bermula 10 bulan yang lalu bermodalkan Laptop dengan RAM 1GB, Henry belajar membuat aplikasi atau game untuk Android berdasarkan saran dari teman-temannya di Android Developer Makasar. Henry belajar mengembangkan aplikasi Android setelah pulang kerja dan rutin dilakukannya 4-6 jam setiap hari. Henry mendapatkan akun Google Play Publisher dengan menyisihkan penghasilannya setiap hari.
Berdasarkan dari Facebook-nya Henry bukanlah pemula atau bermodalkan nekat, Henry pernah mengikuti ASIAN BRAIN. Setelah ditelusiri di Google ternyata berita ini telah ada tahun lalu dan diliput oleh media Kompas.
Berikut foto yang diambil dari facebook beliau
Bagaimana apakah kamu tertarik? siapa yang nggak tertarik bukan, dapat penghasilan dolar nol-nya tiga digit pula Tapi sebelum memutuskanya, mungkin kutipan dari kata-kata Bang Henry berikut bisa menginspirasi
“
Untuk mencapai semua itu, memang butuh kerja keras, pengorbanan, kesabaran, dan yg paling utama ialah FOKUSSS…
Saya kadang cuma merasa heran jika melihat orang yg sudah dibekali dengan FINANSIAL yg cukup dan memiliki modal pendidikan yg mumpuni, tapi masih saja sering mengeluh dan ptutus asa untuk mencapai tujuan mereka.
Saya lebih memilih menjadi seorang yg BODOH yg hanya memilik 1 ide tapi fokus mengerjakan ide tersebut, daripada menjadi seorang yg pintar yg memiliki 100 ide, tapi tak satupun yg dikerjakan.
Ayoo! fokussss….
”
Update:
Tanggal 23 September 2015, Henry tampil pada acara Tukul Bukan Empat Mata,
Henry Jhie itu namanya di Facebook, nama beliau sebenarnya adalah Henry Jufri. Dikutip dari Tempo pria 32 tahun ini berhasil mendapat penghasilan dari Google Play sebanyak US$ 1.200 atau Rp 16 juta dari aplikasi game yang ia ciptakan. Namun begitu, Henry masih menekuni pekerjaannya sebagai kuli di Pelabuhan Makassar. Ia tetap memikul barang penumpang yang beratnya ratusan kilogram.
Bermula 10 bulan yang lalu bermodalkan Laptop dengan RAM 1GB, Henry belajar membuat aplikasi atau game untuk Android berdasarkan saran dari teman-temannya di Android Developer Makasar. Henry belajar mengembangkan aplikasi Android setelah pulang kerja dan rutin dilakukannya 4-6 jam setiap hari. Henry mendapatkan akun Google Play Publisher dengan menyisihkan penghasilannya setiap hari.
Berdasarkan dari Facebook-nya Henry bukanlah pemula atau bermodalkan nekat, Henry pernah mengikuti ASIAN BRAIN. Setelah ditelusiri di Google ternyata berita ini telah ada tahun lalu dan diliput oleh media Kompas.
Berikut foto yang diambil dari facebook beliau
Bagaimana apakah kamu tertarik? siapa yang nggak tertarik bukan, dapat penghasilan dolar nol-nya tiga digit pula Tapi sebelum memutuskanya, mungkin kutipan dari kata-kata Bang Henry berikut bisa menginspirasi
“
Untuk mencapai semua itu, memang butuh kerja keras, pengorbanan, kesabaran, dan yg paling utama ialah FOKUSSS…
Saya kadang cuma merasa heran jika melihat orang yg sudah dibekali dengan FINANSIAL yg cukup dan memiliki modal pendidikan yg mumpuni, tapi masih saja sering mengeluh dan ptutus asa untuk mencapai tujuan mereka.
Saya lebih memilih menjadi seorang yg BODOH yg hanya memilik 1 ide tapi fokus mengerjakan ide tersebut, daripada menjadi seorang yg pintar yg memiliki 100 ide, tapi tak satupun yg dikerjakan.
Ayoo! fokussss….
”
Update:
Tanggal 23 September 2015, Henry tampil pada acara Tukul Bukan Empat Mata,
Langganan:
Postingan (Atom)